Andi Regen, Fotografer Bali di Balik Wildaya
Aku tinggal di Canggu dan sudah jadi fotografer profesional sejak 2015, di seluruh Bali dan juga di luar pulau.

Halo, aku Andi Regen, fotografer Bali di balik Wildaya. Aku tinggal di Canggu dan sudah jadi fotografer profesional sejak 2015, di seluruh Bali dan juga di luar pulau. Entah sudah berapa pagi aku habiskan di tepi tebing Uluwatu, pantai pasir hitam di Nusa Dua, atau jembatan bambu di Sidemen, menunggu cahaya bagus pertama muncul.
Wedding memang bagian terbesar dari pekerjaanku, tapi cakupannya lebih luas dari itu: sudah lebih dari 800 photoshoot, gabungan dari wedding, lamaran, sesi couple, elopement, surprise proposal, dan sesi foto lainnya, ditambah sesi studio untuk portrait dan momen penting setelah menikah. Aku juga pernah jadi juri lomba fotografi dan mengajar workshop untuk fotografer yang ingin memotret wedding dengan gaya seperti ini. Karyaku sudah meraih penghargaan, dan Rock My Wedding adalah salah satu nama yang pernah bekerja sama denganku. Meski begitu, aku tidak pernah ingin dikenal hanya sebagai fotografer wedding. Aku fasih berbahasa Inggris dan Indonesia, jadi aku bekerja dengan pasangan dari Bali maupun dari jauh.
Waktu baru mulai, aku mengejar komposisi yang sempurna: garis lurus, frame simetris, semua orang berdiri di posisi yang pas. Lama-lama aku sadar, pasangan tidak ingat soal simetri, mereka ingat bagaimana rasanya hari itu. Perubahan cara pandang itu mengubah cara aku memotret wedding.
Delapan ratus sesi foto mengajarkanku beberapa hal yang tidak kelihatan di portofolio: setiap wedding pasti molor di suatu bagian, setiap pasangan khawatir kaku di depan kamera, dan hampir tidak ada yang memilih foto pose duluan saat menentukan foto mana yang mau dicetak. Aku tidak ikut-ikutan tren, karena tren bikin foto terasa ketinggalan zaman lebih cepat daripada wajah kita menua. Aku belajar bahwa lokasi yang memukau tidak sepenting orang yang santai di depannya, dan foto terbaik biasanya muncul lima detik setelah semua orang mengira momennya sudah selesai.
Bali bagian dari karya, bukan sekadar latar
Setelah bertahun-tahun di sini, Bali bukan lagi sekadar pemandangan buatku. Aku mengenal tempat-tempatnya seperti kamu mengenal lingkungan rumahmu sendiri. Sebagian dari pekerjaanku adalah mencocokkan tempat dengan orangnya, bukan asal pilih lokasi yang sedang populer musim itu. Beberapa tempat yang selalu aku datangi lagi:
- Sawah terasering Jatiluwih
- Tebing-tebing Uluwatu dan Nusa Penida
- Pura di sekitar Ubud dan lembah-lembah Sidemen
- Garis pantai Canggu, Seminyak, dan Nusa Dua
- Gili dan Lombok, kalau sesinya memang cocok di sana
Cara aku bekerja
Kebanyakan orang bilang mereka tidak fotogenik. Aku tidak berusaha meyakinkan sebaliknya. Aku cuma memberi mereka sesuatu untuk diperhatikan selain kamera, karena interaksi yang tulus selalu terlihat lebih bagus di foto daripada rasa percaya diri.
Kalau bisa, aku datang ke lokasi sore sebelumnya, sekadar berdiri di tempat pasangan nanti akan berdiri. Aku juga selalu datang lebih dulu dari pasangan, jadi aku punya beberapa menit untuk membaca suasana sebelum rasa gugup dan ekspektasi ikut datang bersama mereka.
Ada satu wedding yang masih terus kuingat. Sang pengantin pria bersikeras membawa tripodnya sendiri naik ke punggung bukit di Sidemen sebelum sunrise, menolak bantuan siapa pun, karena dia ingin menyiapkan sendiri satu foto yang sudah dia janjikan ke pengantinnya. Aku membiarkannya, bukan ikut campur. Foto itulah yang akhirnya mereka cetak dan pajang di rumah.
Jadi, cara kerjaku intinya begini:
- Perasaan yang nyata dulu. Kalau harus memilih antara frame yang rapi dan frame yang jujur, aku pilih yang jujur.
- Kenyamanan di atas segalanya. Makin kamu tidak sadar ada aku, makin kamu terlihat seperti dirimu sendiri.
- Alur dokumenter. Aku mengikuti hari itu apa adanya, bukan memaksanya mengikuti shot list.
- Membaca momen sebelum mengangkat kamera, karena versi terbaiknya biasanya datang sesaat setelahnya.
- Tampilan yang natural dan awet, jadi fotonya tetap terasa seperti kamu sepuluh tahun lagi, bukan hanya tahun ini.

Orang-orang di balik Wildaya
Aku tidak bekerja sendirian. Raditya bergabung dengan Wildaya pada 2023. Latar belakangnya seni visual dan media kreatif, dan dia punya mata yang tajam untuk suasana, gerakan, serta detail yang sering terlewat. Di sekitar kami ada lingkaran kecil kolaborator yang aku percaya saat sesi: MUA Cherish, stylist Natasya, dan gaun dari Michelle Ann Bridal.
Andi Regen
Fotografer, Pendiri
Raditya
Seni Visual & Media Kreatif
Cherish
MUA
Natasya
Stylist
Michelle Ann Bridal
Gaun

Sedikit soal peralatan
Aku memotret pakai Fujifilm X-H2 dengan lensa fix yang cepat, ditambah drone untuk foto udara di tempat seperti Nusa Penida yang memang cocok untuk itu. Peralatanku sengaja dibuat ringkas supaya aku bisa bergerak cepat saat momen nyata mulai terjadi.
Di luar pekerjaan, hidupku cukup biasa. Aku traveling kalau sempat, terlalu serius soal kopi, dan sisa waktuku sebagian besar untuk keluarga. Aku memotret hari besar orang lain dengan cara yang sama seperti aku ingin hari besarku dikenang: dengan sepenuh hati dan tanpa ribet.
Pertanyaan yang sering muncul sebelum booking
Apakah kamu sendiri yang akan memotret sesiku?
Ya, aku selalu memotret sendiri. Di sesi yang lebih besar, Raditya ikut memotret bersamaku, dan kamu bisa booking dia sebagai fotografer kedua, tapi kamu tidak akan dilempar ke orang yang belum pernah kamu temui.
Bahasa apa saja yang kamu kuasai?
Aku fasih berbahasa Inggris dan Indonesia, jadi kita bisa merencanakan semuanya langsung, pakai bahasa mana pun yang kamu suka.
Kamu tinggal di mana, dan sejauh apa kamu mau datang?
Aku tinggal di Canggu dan memotret di seluruh Bali, dari Uluwatu dan Nusa Dua sampai Sidemen dan Jatiluwih. Aku juga bisa ke Gili dan Lombok kalau sesinya memang di sana. Untuk Bali Utara dan Bali Timur ada biaya transport tambahan US$85, sedangkan untuk Gili, Nusa Penida, dan Nusa Lembongan tambahannya US$170.
Kami kaku di depan kamera. Apakah kamu akan mengarahkan kami?
Ya. Aku akan mengarahkan kamu sepanjang sesi, tapi lebih banyak dengan memberi kamu sesuatu untuk dilakukan dan diperhatikan selain kamera, bukan menyuruhmu bertahan di pose yang kaku.
Bisa bantu atur makeup, styling, atau gaun?
Bisa. Aku bekerja sama dengan MUA Cherish, stylist Natasya, dan gaun dari Michelle Ann Bridal. Makeup dan hair do mulai dari US$100, dan semuanya bisa ditambahkan saat kamu booking.
Bagaimana cara cek apakah kamu kosong di tanggalku?
Kirim pertanyaan ke aku berisi tanggal, area, dan jenis sesi foto yang kamu inginkan. Biasanya aku balas dalam beberapa jam. Kamu belum perlu bayar apa pun sampai jadwalnya dipastikan, lalu DP 30% akan mengamankan booking kamu.
Kalau aku terdengar seperti fotografer yang kamu inginkan ada diam-diam di sampingmu, kamu pasti sudah bisa membayangkan bagaimana aku akan menjaga hari itu. Hubungi aku kapan saja. Aku selalu senang ngobrol dulu.
Andi Regen